Obesitas Kegemukan pada Remaja Bisa Sebabkan Masalah Mental

Obesitas identik dengan kelebihan berat badan. Definisi ini kurang tepat karena sebenarnya, obesitas adalah kondisi yang menunjukkan penumpukan lemak berlebih dalam tubuh dengan indeks massa tubuh lebih dari 30. Sedangkan, kelebihan berat badan lebih tepat jika diartikan sebagai kondisi kegemukan (overweight) dengan indeks massa tubuh berkisar 25 – 30.

Remaja Obesitas Rentan Alami Masalah Mental

Obesitas berdampak negatif pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ibu hamil yang mengidap obesitas berisiko mengidap kencing manis, hipertensi, preeklamsia, bayi lahir prematur, bayi berukuran besar, kelainan bawaan pada janin, hingga keguguran. Sedangkan pada anak – anak, obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung, prediabetes, gangguan tulang, nyeri sendi dan tulang, dan menurunkan rasa percaya diri.

Orang bertubuh besar sering diperlakukan tidak baik, atau dikenal fenomena fatphobia, sizeism, atau diskriminasi terhadap ukuran. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena termasuk body shaming dan berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang, termasuk menurunkan rasa percaya diri dan menyebabkan masalah mental (seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma).

Pada beberapa kasus, pengidap obesitas rentan mengalami anoreksia dan bulimia, gangguan pola makan yang membuat pengidapnya kehilangan nafsu makan demi bertubuh kurus. Masalah mental yang dialami pengidap obesitas perlu mendapatkan penanganan psikolog atau psikiater.

Cara Mencegah Obesitas Remaja

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), obesitas remaja dapat dicegah dengan menerapkan pola makan sehat, modifikasi perilaku makan, melakukan aktivitas fisik, dan pantau pertumbuhannya. Berikut penjelasannya:

1. Menerapkan Pola Makan Sehat
Menu makan harian sebaiknya mengandung nutrisi lengkap, terdiri dari karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Sebagian besar piring makan diisi oleh sayuran, seperempat piring oleh nasi atau roti, seperempat piring oleh lauk – pauk, dan sisanya oleh buah. Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, baik dengan minum air putih, jus, atau konsumsi buah dan sayuran utuh.

Tonton Juga : Medical Tourism in BROS Hospital

2. Modifikasi Perilaku Makan
Misalnya, bantu anak menahan keinginan makan di luar jam makan utama, serta ajari anak mengontrol porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. Pastikan anak konsumsi camilan yang sehat, seperti buah – buahan segar di sela – sela waktu makan utama.

3. Aktivitas Fisik
Ajak anak beraktivitas fisik atau berolahraga bersama agar semangat melakukannya. Lakukan olahraga yang disukai anak selama 20 – 30 menit per hari, misalnya jalan kaki, sepak bola, bersepeda, berenang, dan basket. Selain mencegah obesitas, aktivitas fisik berdampak positif pada tumbuh kembang anak.

4. Pantau Pertumbuhan Anak
Caranya dengan mengukur berat dan tinggi badan untuk menentukan indeks massa tubuhnya. Berat badan dikatakan ideal jika memiliki indeks massa tubuh sekitar 18,5 – 22,9. Sedangkan, indeks massa tubuh lebih dari 25 perlu dicurigai mengidap obesitas.

Hal yang perlu diketahui adalah, daripada sibuk mengomentari bentuk dan ukuran tubuh seseorang, lebih baik ajak teman atau kerabat kamu berolahraga bersama dan dukung usahanya untuk menjadi lebih sehat.

Baca Juga : Obesitas / Kegemukan pada Remaja Bisa Disebabkan Jarang Sarapan

Sumber : halodoc.com, Akses pada Februari 2021

Promosi-Dokter-di-BaliRoyalHospital

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

× Chat Me!