Tidak hanya pada orang dewasa, nyatanya kondisi obesitas pun rentan dialami oleh remaja. Pada remaja, obesitas menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai dan dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Berbagai dampak obesitas dapat dialami oleh para remaja, seperti munculnya berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan jantung, diabetes, hingga penurunan kualitas hidup.

Sarapan menjadi salah satu waktu makan yang paling penting dan tidak boleh dilewatkan. Hal ini disebabkan saat remaja mengonsumsi menu sehat untuk sarapan, maka remaja akan mendapatkan asupan nutrisi dan gizi yang baik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Ada berbagai dampak yang bisa dialami oleh remaja ketika melewatkan waktu sarapan. Mulai dari penurunan performa saat berkegiatan, lebih mudah mengalami kelelahan, sering mengantuk, hingga kesulitan berkonsentrasi. Tidak hanya itu, bahkan, remaja yang jarang sarapan ternyata lebih rentan mengalami kondisi obesitas.

Lalu, mengapa jarang sarapan menyebabkan obesitas pada remaja? Melewati waktu sarapan akan membuat remaja merasa sangat lapar pada siang hari. Hal ini menyebabkan anak remaja akan mengonsumsi makanan dalam porsi yang lebih besar tanpa memperhatikan asupan kalori dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

Meskipun jarang sarapan bukan menjadi alasan utama obesitas pada remaja, tetapi kondisi ini dapat menjadi pemicu atau faktor risiko dari kondisi obesitas. Pada sebuah penelitian di Inggris, jarang sarapan nyatanya memengaruhi seorang remaja mengalami obesitas. Sedangkan, remaja di Australia, tidak mengalami kenaikan berat badan, meskipun jarang sarapan.

Kedua hal ini menjelaskan, selain kebiasaan sarapan, obesitas juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti gaya hidup, pola makan, hingga jenis makanan yang dikonsumsi. Untuk itu, sangat penting bagi ibu untuk memperhatikan asupan nutrisi dan gizi yang dikonsumsi oleh para remaja.

Baca Juga : Obesitas / Kegemukan pada Remaja Bisa Sebabkan Masalah Mental

Pencegahan Obesitas pada Remaja

Selain itu, ibu bisa lakukan beberapa cara ini sebagai langkah pencegahan obesitas pada anak, seperti:

  1. Mengajarkan anak gaya hidup sehat dengan rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Ajak anak untuk melakukan olahraga bersama keluarga agar anak semangat dalam melakukan olahraga.
  2. Siapkan menu makan sehat untuk anak. Ibu bisa mengubah camilan anak dengan buah-buahan atau sayuran.
  3. Sebaiknya hindari memberikan penghargaan pada anak dalam berupa makanan. Hindari juga menghukum anak dengan menahan jadwal makan.
  4. Berikan anak waktu istirahat yang cukup.
  5. Batasi pengonsumsian makanan maupun minuman yang mengandung gula tambahan atau pemanis buatan.
  6. Jangan lupa untuk selalu memonitor perkembangan dan pertumbuhan anak untuk memastikan anak dalam kondisi yang sehat.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah anak mengalami obesitas. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi, jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan air putih anak. Obesitas yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang terkait dengan gangguan ginjal, hati, jantung, hingga tingkat kesuburan.

Sumber : halodoc.com, Terakhir diakses pada Februari 2021

Promosi-Dokter-di-BaliRoyalHospital

Leave A Comment

All fields marked with an asterisk (*) are required

× Chat Me!